Senin, 20 April 2015

Urgensi TIK dalam BK



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi (baca: TIK) telah merubah tata cara manusia bersikap dan berperilaku dewasa ini, terutama dalam kaitannya dengan proses komunikasi dan interaksi. Suatu kenyataan bahwa hampir seluruh bidang industri dan aspek kehidupan masyarakat modern tidak luput dari jangkauan teknologi ini, karena telah terbukti mampu mendatangkan sejumlah nilai dan manfaat signifikan bagi perkembangan zaman dan perabadan umat manusia (Banks, 2003).
            Sejumlah keuntungan yang dihadirkan oleh teknologi ini: memudahkan seseorang dalam memperoleh informasi yang kaya akan isi dalam waktu yang relatif singkat, memudahkan akses komunikasi, dan menjadi dunia bisnis baru. Bahkan dunia pendidikan tidak luput dari pengaruh teknologi ini. Kehadirannya membawa perubahan yang positif dan melahirkan fitur-fitur yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.     
            Mengikuti perkembangan zaman, pelayanan sosial dan kemanusiaan tak luput dari penggunaan sistem teknologi informasi dalam melakukan pelayanan, dengan tujuan untuk memudahkan bentuk komunikasi dengan klien. Begitu juga dengan profesi bimbingan dan konseling.
            Aplikasi teknologi ini dalam pelayanan bimbingan dan konseling: memberikan sejumlah informasi kepada konseli tentang apa yang dibutuhkannya. Selain itu, teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat, dan akurat, sehingga dapat meningkatkan prokduktivitas kerja konselor itu sendiri.
            Praktisi bimbingan dan konseling dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu wujud profesioanalitas kerja konselor dalam pelaksanaan program layanan.
           
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Teknologi Informasi
            Teknologi informasi (information technology) biasa disebut TI, IT, atau infotech. Menurut Haag & Keen (1996) dalam Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni, teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
            Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan infomasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999).
            Teknologi komunikasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi membawa data, suara, dan video (Wiliams & Sawyer, 2003)
            Dari definisi di atas terlihat bahwa teknologi informasi baik secara implisit maupun eksplisit tidak sekadar berupa teknologi komputer, tetapi juga mencakup teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain, yang disebut teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi.
            Teknologi informasi tidak harus secara spesifik berupa komputer yang terhubung ke komputer lain melalui alat telekomunikasi, tetapi juga dapat berupa peranti seperi ponsel ataupun peralatan elektronika lain yang berhubungan dengan penyajian informasi (misalnya televisi). Hal terpenting adalah bahwa teknologi informasi itu melibatkan komputer dan telekomunikasi.

B. TI dalam Dunia Pendidikan
            Teknologi informasi juga dapat melahirkan fitur-fitur baru dalam dunia pendidikan. Sistem pengajaran berbasis multimedia (teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara, dan video) dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak monoton, dan memudahkan penyampaian. Murid atau mahasiswa dapat mempelajari materi tertentu secara mandiri dengan menggunakan komputer yang dilengkapi program berbasis multimedia.
            Teknologi Internet ikut berperan dalam menciptkan e-learning atau pendidikan jarak jauh. Kuliah tidak lagi harus dilakukan dengan suasana kelas di mana mahasiswa dan dosen bertemu. Kuliah dapat dilaksanakan dengan mengakses modul-modul kuliah dari jarak jauh. Begitu pula untuk pengirim tugas dan berdiskusi. Para mahasiswa dengan leluasa dapat mengatur waktu untuk belajar, kapan saja dan di mana saja.

C. Pengertian Bimbingan dan Konseling
            Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karier, melalui berbagi jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku.
            Bimbingan dan konseling berupaya agar terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam memberikan dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar individu berkembang secara optimal, mandiri, dan bahagia serta juga mewujudkan perkembangan diri dan kemandirian yang optimal sesuai dengan hakekatnya, baik sebagai mahluk individu atau mahluk sosial.
           
D. Fungsi dan Peranan TIK dalam Bimbingan dan Konseling
            Sebagai salah satu profesi yang memberikan layanan sosial atau layanan kemanusiaan, maka secara sadar atau tidak keberadaan profesi bimbingan dan konseling berhadapan dengan perubahan realitas baik yang menyangkut perubahan-perubahan pemikiran, persepsi, demikian juga nilai-nilai. Perubahan yang terus menerus terjadi dalam kehidupan, mendorong konselor perlu mengembangkan pemahaman, dan penerapannya dalam perilaku serta keinginan untuk belajar, diikuti dengan kemampuan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan yang serupa.
            Fungsi dan peranan Teknologi Informasi dalam pelayanan bimbingan konseling, yaitu sebagai berikut:
1.      Publikasi
            Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan kepada masyarakat luas dan juga sebagai pemberi informasi mengenai bimbingan dan konseling serta implementasi layanannya.
2.      Pelayanan dan Bantuan
Bimbingan dan konseling dilakukan secara tidak langsung dengan bantuan teknologi informasi. Teknologi ini dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk menciptakan layanan yang lebih kreatif dan inovatif. Misalnya, penggunaan media power point dan video dalam melakukan bimbingan kelompok sesuai dengan jenis permasalahannya.
3.      Pendidikan
Informasi yang diberikan melalui sarana teknologi informasi, mengandung unsur pendidikannya. Misalnya layanan bimbingan dan konseling berbasis website yang menyajikan beragam tema tentang pengembangan pendidikan karakter. Layanan bimbingan dan konseling dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya:
a.       Konseling melalui telepon
b.      Konseling melalui video-phone
c.       Konseling melalui radio atau televisi
d.      Konseling melalui internet atau chating

Adapun fungsi khusus keberadaan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling, yaitu:
1.      Membantu konselor dalam mengolah dan menyimpan data konseli atau data lain yang dibutuhkan dalam BK.
2.      Membantu konselor untuk melakukan cyber counseling.
3.      Membantu konselor mempublikasikan informasi secara up to date dan lebih luas jangkauannya tanpa harus bertemu secara face to face.
4.      Membantu konselor dalam melaksanakan program agar lebih efektif dan efisien; melalui aplikasi khusus tentang instrumen BK.
5.      Konselor dalam berkomunikasi dengan konseli menjadi lebih mudah.
6.      Membantu konselor dalam memperoleh data yang dibutuhkan (baca: menjadi lebih mudah).
7.      Mempermudah konselor dalam menyusun, mencari, dan mengolah data.

E. Urgensi Teknologi Informasi dalam Konteks Bimbingan dan Konseling
            Urgensi bimbingan dan konseling mengacu pada perkembangan serta kemajuan teknologi yang mutakhir, salah satunya ialah penggunaan alat atau media komukasi serta informasi elektronik baik secara on line maupun off line. Penggunaan media teknologi yang mutakhir akan senantiasa merubah gaya serta penerapan bimbingan dan konseling yang konvensional. Sebagaimana tujuan dari kemajuan teknologi yaitu: untuk mengefisienkan atau mempermudah akses informasi, maka penerapannya dalam bimbingan dan konseling juga mengacu pada cara yang sama tanpa mengubah konteks dari bimbingan dan konseling tersebut.
            Alat-alat atau media dalam akses informasi di era global ini sangat beragam dan mutakhir, seperti telepon seluler, komputer dan internet. Semua media teknologi informasi tersebut akan mempermudah akses pemberian bantuan terhadap individu jika dimanfaatkan secara tepat guna dan terlatih. Oleh karena itu, profesional di bidang bimbingan dan konseling yang selanjutnya disebut dengan konselor, dituntut untuk dapat menggunakan serta terlatih dalam penggunaan dan penerapan konseling melalui media teknologi. Salah satu upaya bimbingan dan konseling yaitu memfasilitasi peserta atau konseli dalam mengembangkan potensi serta memahami dirinya juga mengoptimalkan perkembangannya.
            Pada era serba teknologi ini, bimbingan dan konseling juga dituntut untuk menyesuaikan terhadap keadaan agar selalu dapat mengiringi dan membantu konseli di zaman yang semakin mutakhir. Sebagaimana upaya bimbingan dan konseling yaitu: memfalisitasi konseli, maka penggunaan teknologi informasi atau media elektronik, penunjang proses konseli akan sangat dibutuhkan agar konseli dapat memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling secara efisien serta tidak ketinggalan zaman. Jika layanan bimbingan dan konseling masih menerapkan cara-cara konvesioanal dalam era teknologi yang semakin maju, maka layanan tersebut akan ditinggalkan oleh konseli yang akan mengakibatkan degradasi moral serta ketidakmampuan konseli dalam memecahkan serta mengoptimalkan tugas perkembangan yang harus dilaluinya secara mandiri.
            Jika hal tersebut terjadi, akan banyak individu yang mengalami kesulitan dalam pemahaman diri dan cenderung akan masuk dalam zona kebebasan tanpa adanya bimbingan yang bersifat mengembangkan kepribadian yang sehat. Dengan demikian, penerapan atau pemanfaatan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling menjadi suatu urgensi tersendiri dalam penyesuaian kondisi zaman atau era yang sangat global.
            Urgensi teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling menuntut konselor untuk dapat menguasai teknologi agar dapat memudahkan dalam pemberian pelayanan konseling kepada kliennya. Dalam aplikasinya teknologi informasi ini lebih diarahkan untuk membantu konseli dalam pemenuhan kebutuhan informasi terutama ketika konseli ingin melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya.
            Dampak positif yang diberikan oleh teknologi ini: semakin mudahnya interaksi antara konselor dengan konseli tanpa perlu tatap muka dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. Teknologi informasi juga memudahkan konseli untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan saat itu juga.     
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1.      Teknologi informasi bukan hanya sekadar teknologi komputer, tetapi juga mencakup teknologi telekomunikasi. Teknologi ini memudahkan murid atau mahasiswa dalam mempelajari materi tertentu secara mandiri dengan menggunakan komputer yang dilengkapi program berbasis multimedia.
2.      Penggunaan teknologi informasi dapat diterapkan dalam pelayanan bimbingan dan konseling, karena dapat memudahkan konselor dalam berkomunikasi dengan konseli. Selain itu, teknologi ini dapat membantu konselor dalam menyimpan suatu data yang bersifat rahasia.
3.      Urgensi teknologi informasi dalam konteks bimbingan dan konseling mengacu pada tujuan dari kemajuan teknologi yaitu: untuk mengefisienkan atau mempermudah akses informasi.

B. Saran
            Sebaiknya penggunaan teknologi informasi dioptimalkan secara total, khususnya dalam ranah pendidikan: agar proses pembelajaran lebih terkesan menarik serta pelayanan bimbingan dan konseling dapat berjalan secara efisien, dan meningkatkan kinerja konselor yang terampil dan produktivitas. 
           
BAB IV
ANALISIS

            Peradaan manusia di muka bumi telah memasuki era baru, di mana teknologi tak luput dari kehidupan manusia. Teknologi informasi dan komunikasi ini telah mendarahdaging dan berkembang pesat. Perkembangan teknologi ini semakin meningkat dari hari ke hari. Tak dapat dipungkiri, teknologi informasi telah merasuk ke dalam setiap aspek kehidupan, tak terkecuali ranah pendidikan. Pendidikan di zaman ini mengalami kemajuan yang pesat; mulai dari sarana dan prasarana serta penggunaan teknologi dalam media pembelajaran. Guna untuk mempermudah dan terlaksananya tujuan pendidikan.
            Melirik gaya hidup remaja dan peserta didik di era sekarang ini, tidak lepas dari pengaruh teknologi. Mereka cenderung aktif dalam berbagai macam sosial media yang terkadang salah kaprah dalam penggunaannya. Fungsi dari sosial media itu sendiri telah beralih fungsi (baca: yang seharusnya digunakan untuk tujuan berkomunikasi) menjadi tempat curahan hati. Dampaknya, masalah yang seharusnya tidak diketahui publik, justru terungkap lewat sosial media dan membawa masalah ke ranah publik. Untuk itu seorang konselor harus bersikap tanggap dan responsif agar peserta didik dapat membawa permasalahannya ke arah yang tepat. Hal tersebut menjadi satu dari sekian alasan mengapa pemanfaatan teknologi sangat diperlukan dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Melihat fenomena tersebut, bimbingan dan konseling dapat melebarkan sayap dan memberikan layanan melalui cyber counseling.
            Penerapan teknologi dalam meningkatkan layanan bimbingan dan konseling perlu dioptimalkan totalitasnya. Kini, telah hadir sebuah aplikasi instrumentasi yang berhubungan dengan teknologi. Misalnya pembuatan skala penelitian yang menggunakan software sps, daftar cek masalah (dcm), identifikasi kebutuhan masalah siswa (ikms) atau pembuatan sosiogram dalam alat instumen sosiometri. Hal tersebut semata-mata untuk meningkatkan kualitas layanan BK, yang bermuara pada meningkatnya prestasi peserta didik dan tercapainya tugas perkembangan yang harus dijalani oleh peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA

Benny, Dwi. http://3.bp.blogspot.com/2013/07/teknologi/, 22 Maret 2015 pukul     11.36 WIB.
Fitriani, Liana.   http://Lianafitriani.blogspot.com/2013/12/fungsi-teknologi-            informasi-dalam- BK/, 22 Maret 2015 pukul 01.15 WIB.
Hikmawati, Fenti. 2010. Bimbingan Konseling. Cet. 1. Jakarta: Rajawali Pers.
Indrajit, Eko Richardus. 2014. Peranan Teknologi Informasi Pada Perguruan        Tinggi. Cet. 1. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kadir, Abdul & Terra Ch. Triwahyuni. 2003. Pengenalan Teknologi Informasi.      Ed. 1. Yogyakarta: Andi.Offset.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar