Senin, 01 Juni 2015

ANGKET



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Angket yang sering juga disebut kuesioner umumnya merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada sejumlah sampel untuk diisi. Tujuan dari penggunaan metode ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai fakta, pendapat, atau sikap dari responden. Pengisian angket tersebut dapat dilakukan di bawah pengawasan peneliti atau melalui jasa orang lain.
            Angket akan sangat efektif apabila responden memiliki kemampuan dan pemahaman yang signifikan dan sesuai dengan informasi yang diperlukan oleh peneliti. Apabila responden kurang memahami permasalahan yang terdapat di dalam angket, maka angket akan diisi apa adanya, bahkan mungkin asal-asalan. Dengan demikian angket tersebut akan menghasilkan data yang valid dan reliable.
            Keuntungan dari metode angket atau kuesioner, di antaranya: apabila tidak dituntut mencantumkan nama, maka responden dapat mengisi angket tersebut secara bebas dan jujur. Sementara beberapa kelemahannya, adalah: validitas dan reliabilitas angket seringkali sulit untuk diuji, jumlah angket yang dikembalikan oleh responden selain tidak bersamaan juga sangat rendah (60%-70%) angket yang sudah diisi dikembalikan sudah sangat bagus), kadang-kadang responden sering memberikan jawaban yang tidak jujur meskipun angket tersebut tidak diberi nama.
            Beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan dalam pembuatan angket di antaranya, peneliti hendaknya memiliki gambaran yang jelas mengenai permasalahan yang akan diselidiki, tujuan penelitian, serta sasaran dan sifat data yang diperlukan. Jika penelitian ini hanya bertujuan ingin memberikan gambaran (deskripsi), maka peneliti harus memiliki gambaran yang tajam dan komprehensif tentang permasalahannya tersebut.
            Agar diperoleh hasil yang representatif maka setiap pertanyaan pada angket diujicobakan dulu kepada sejumlah sampel dari populasi target (sasaran). Hal tersebut sangat penting untuk mengetahui tentang pertanyaan mana yang dianggap sulit untuk dijawab sehingga jawaban responden kebanyakan “tidak tahu” atau banyak menimbulkan banyak penafsiran sehingga jawaban responden antara satu dengan yang lainnya jauh dari yang dimaksud peneliti.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian angket?
2. Apa fungsi dan tujuan angket?
3. Apa manfaat angket?
4. Sebutkan jenis-jenis angket!
5. Bagaimana cara merancang angket?
6. Berikanlah contoh angket!

C. Tujuan Penulisan
            Dalam Bimbingan dan Konseling sangatlah perlu dalam mengumpulkan informasi karena selain tugas utama dari Bimbingan dan Konseling itu sendiri adalah memberikan layanan informasi, informasi yang dibutuhkan juga diperlukan dalam rangka memudahkan pengambilan keputusan suatu masalah di masa yang akan datang. Angket adalah satu dari sekian banyak instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan informasi, selain mudah, instrumen ini juga efektif karena waktu yang dipergunakan dapat kita tentukan sendiri.
            Tujuan yang ingin di capai dalam penulisan makalah ini adalah antara lain:
1.      Untuk mengetahui dan memahami tentang pengertian dari angket sebagai salah satu instrumen konseling dalam proses pengumpulan data.
2.      Untuk mengetahui manfaat apa saja yang diperoleh dalam pengunaan angket.
3.      Untuk mengetahui jenis angket, dancara merancang angket.
4.      Sebagai bahan pembelajaran, agar dapat membantu dalam proses belajar teman-teman mahasiswa saat perkuliahan.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Angket          
            Angket merupakan salah satu alat pengumpul data dalam asesmen nontes, berupa serangkaian pertanyaan atau pernyataan yang diajukan pada responden (peserta didik, orang tua, atau masyarakat). Winkel mendefinisikan angket sebagai suatu daftar atau kumpulan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis juga (Winkel, 1987:271). Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan komunikasi dengan sumber data (I. Djumhur, 1985). Angket dikenal juga dengan sebutan kuesioner.
            Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang tidak memerlukan kedatangan langsung dari sumber data (Dewa Ktut Sukardi, 1983). Kuesioner adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang/anak yang ingin diselidiki atau responden ( Bimo Walgito, 1987).
            Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan pengertian angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan tertulis yang diajukan kepada subyek untuk mendapatkan jawaban secara tertulis juga.
            Alat asesmen ini secara garis besar terdiri dari tiga bagian, yaitu: (1) Judul angket, (2) Pengantar yang berisi tujuan dan petunjuk pengisian angket, dan (3) Item-item pertanyaan, bisa juga opini atau pendapat, dan fakta. Sementara, bagian identitas pengisiannya tergantung pada tujuan angket, karena kadang-kadang indentitas tidak diperlukan.
            Angket disusun dengan tujuan untuk menghimpun sejumlah informasi yang relevan dengan keperluan bimbingan dan konseling, seperti identitas pribadi peserta didik, keterangan tentang keluarga, riwayat kesehatan, riwayat pendidikan, kebiasaan belajar di rumah, hobi atau informasi lainnya. Data yang diperoleh, berfungsi untuk: (1) mengumpulkan informasi sebagai bahan dasar dalam rangka penyusunan program, (2) untuk menjamin validitas informasi yang diperoleh dengan metode lain, (3) evaluasi program BK, dan (4) untuk mengambil sampling sikap/pendapat dari responden.

B. Jenis-jenis Angket
            Angket dapat dibedakan berdasarkan tiga jenis, yaitu: 1) berdasarkan bentuk pertanyaan atau pernyataan, 2) berdasarkan respondennya (sumber data), dan 3) dilihat berdasarkan strukturnya. Masing-masing bentuk akan dijelaskan berikut ini.
1.      Berdasarkan bentuk pertanyaan atau pernyataan:
a.       Angket terbuka (open questionaire), merupakan bentuk angket yang pertanyaan atau pernyataannya memberi kebebasan kepada responden untuk memberikan jawaban dan pendapatnya sesuai dengan keinginan mereka.
Contoh:
1.    Apakah anda memiliki kebiasaan belajar setiap hari di rumah?   Jelaskan alasannya!
2.    Berapa lama biasanya anda belajar di rumah?
3.    Apakah waktu tersebut anda rasa cukup? Mengapa?
b.      Angket tertutup (closed questionaire), adalah angket yang pertanyaan atau pernyataannya tidak memberi kebebasan kepada responden untuk menjawabnya sesuai pendapat dan keinginan mereka.
Contoh:
1.    Apakah anda memiliki kebiasaan belajar setiap hari di rumah?
            a. Ya                                                    b. Tidak
2.    Berapa lama biasanya anda belajar di rumah?
            a. 1 jam            b. 2 jam           c. 3 jam
3.    Apakah waktu tersebut anda rasa cukup?
            a. Ya                                        b. Tidak
c.       Angket semi terbuka (semi open questionaire), yaitu bentuk angket yang pertanyaan atau pernyataannya berbentuk tertutup, tetapi diikuti pertanyaan terbuka.
Contoh:
1.    Apakah anda memiliki kebiasaan belajar setiap hari di rumah?
            a. Ya                                                    b. Tidak
2.    Jika Ya maupun Tidak, Berikanlah Alasan Anda
       .................................................................................................
3.    Berapa lama biasanya anda belajar di rumah?
            a. 1 jam            b. 2 jam           c. 3 jam
4.    Berikanlah jawaban lain jika ada
       .................................................................................................
5.    Apakah waktu tersebut anda rasa cukup?
            a. Ya                                        b. Tidak
6.    Mengapa?
       .............................................................................................
2.      Dilihat dari sumber datanya, angket dapat dibedakan:
a.       Angket langsung, yaitu bila angket itu langsung diberikan kepada responden yang ingin diselidiki. Jawaban diperoleh dari sumber pertama tanpa menggunakan perantara.
b.      Angket tidak langsung, yaitu bila angket itu disampaikan kepada orang lain yang diminta pendapat tentang pendapat atau keadaan orang lain. Jawaban angket itu diperoleh dengan melalui perantara, sehingga jawabannya tidak dari sumber pertama.
3.      Dilihat dari strukturnya, angket dapat dibedakan menjadi:
a.       Angket berstruktur, yaitu angket yang bersifat tegas, konkret dengan pertanyaan atau pernyataan yang terbatas dan menghendaki jawaban yang tegas dan terbatas pula.
b.      Angket tak berstruktur, dipergunakan apabila konselor menginginkan uraian lengkap dari subjek tentang sesuatu hal, di mana diminta uraian yang terbuka dan panjang lebar. Disampaikan dengan mengajukan pertanyaan bebas.

            Apapun jenis angket yang akan digunakan oleh konselor, maka perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini :
1.      Angket dipergunakan dalam keadaan atau situasi yang setepat-tepatnya. Misalnya bila kekurangan waktu, sasaran banyak/luas, maka dalam situasi demikian akan tepat apabila konselor menggunakan angket.
2.      Terlebih dahulu rumuskan tujuan angket itu, baik tujuan umum maupun tujuan khusus. Misalnya apakah yang dituju itu tentang latar belakang sosial peserta didik. Tujuan itu akan menentukan pertanyaan-pertanyaan yang akan disusun, dengan kata lain, tanpa adanya tujuan yang jelas, konselor akan sulit menyusun pertanyaan.
3.      Tentukan dan susunlah pertanyaan-pertanyaan itu dengan sebaik-baiknya. Banyak angket yang kurang efektif karena kesalahan-kesalahan dalam pertanyaan.
4.      Perlu mengelompokkan pertanyaan berdasarkan aspek-aspek yang telah ditentukan.
5.      Bila telah tersusun, perlu dilakukan uji coba untuk memeriksa kemungkinan adanya pertanyaan-pertanyaan yang perlu diperbaiki, sehingga diharapkan akan mendapat angket yang baik.

C. Fungsi dan Tujuan Angket
1.      Angket berfungsi untuk :
a.       Mengumpulkan informasi sebagai bahan dasar dalam rangka penyusunan program.
b.      Untuk menjamin validitas informasi yang diperoleh dengan metode lain.
c.       Evaluasi program BK.
d.      Untuk mengambil sampling sikap atau pendapat dari responden.
2.      Tujuan angket adalah :
a.       Pada umumnya tujuan penggunaan angket atau kuesioner dalam proses pembelajaran terutama adalah untuk memperoleh data mengenai latar belakang peserta didik sebagai salah satu bahan dalam menganalisis tingkah laku dan proses belajar mereka.
b.      Untuk menghimpun sejumlah informasi yang relevan dengan keperluan bimbingan dan konseling, seperti identitas pribadi peserta didik,            keterangan tentang keluarga, riwayat kesehatan, riwayat pendidikan,     kebiasaan belajar dirumah. Hobi atau informasi lainnya.
c.       Jika konselor memilih angket sebagai alat asesmen, maka penentuan responden perlu mendapat perhatian, sebab bila salah, maka informasi yang dibutuhkan dapat saja diperoleh secara tidak maksimal.

D. Petunjuk Penyusunan Pertanyaan dalam Angket
            Pembuatan angket tentunya memerlukan petunjuk dalam menyusun pertanyaan yang akan diajukan kepada konseli atau klien. Berikut adalah petunjuk penyusunan pertanyaan dalam angket:
1.      Menggunakan kata-kata yang tidak mengandung arti rangkap.
2.      Susunan kalimat hendaknya sederhana tapi jelas.
3.      Menghindari pemakaian kata yang tidak ada gunanya.
4.      Menghindarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu.
5.      Mencantumkan kemungkinan jawaban sebanyak mungkin supaya subyek mempunyai kemungkinan pilihan yang bebas.
6.      Pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan responden sehingga dapat dijawab dengan baik.
7.      Hindarkan kata-kata yang bersifat sugestif dan juga kata yang bersifat negatif.
8.      Pertanyaan jangan bersifat memaksa untuk dijawab.
9.      Bentuk berstruktur lebih baik dari pada bentuk terbuka.
10.  Pertanyaan jangan membuat responden berpikir terlalu berat.
11.  Pergunakan kata-kata yang netral, tidak menyinggung perasaan dan harga diri.

E. Kelebihan dan Kelemahan Angket
            Setiap metode pengumpulan data pastinya memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Contoh jika menggunakan metode wawancara kelebihannya: metode yang paling efektif untuk mengungkap kepribadian asli dari konseli karena dengan metode wawancara dilakukan dengan bertatap wajah secara langsung.
            Kekurangan dari metode wawancara adalah kurang efisien karena tidak hemat waktu dan dibutuhkan kesediaan dari narasumber yang akan diwawancara. Sekarang mari bahas kelebihan dan kekurangan angket berikut penjelasannya.
1.      Kelebihan angket
a.       Angket merupakan metode yang praktis karena dapat dipergunakan untuk mengumpulkan data kepada sejumlah responden dalam jumlah yang banyak dan waktu yang singkat.
b.      Merupakan metode yang ekonomis, dari segi tenaga yang dibutuhkan, antara lain tidak memerlukan kehadiran konselor.
c.       Setiap responden menerima sejumlah pertanyaan yang sama.
d.      Pada angket tertutup, memudahkan tabulasi hasil bagi konselor.
e.       Pada angket terbuka, responden mempunyai kebebasan untuk memberikan keterangan.
f.       Responden mempunyai waktu cukup untuk menjawab pertanyaan.
g.      Pengaruh subjektif dapat dihindarkan.
h.      Pengisian angket dapat dibuat anonim, sehingga responden bebas, jujur, dan tidak malu-malu menjawab.
2.      Kelemahan penggunaan angket
a.       Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak dijawab, padahal sukar diulangi untuk diberikan kembali kepada reponden.
b.      Sulit untuk mendapat jaminan bahwa responden akan memberikan jawaban yang   tepat.
c.       Penggunaannya terbatas hanya pada responden yang bisa membaca dan menulis.
d.      Pertanyaan atau pernyataan dalam angket dapat saja ditafsirkan salah oleh responden.
e.       Sulit mendapatkan jaminan bahawa semua responden akan mengembalikan angket yang diberikan.

F. Langkah Pengadministrasian
            Pengadministrasian penggunaan angket dalam bimbingan dan konseling, memiliki beberapa tahapan yang perlu dilakukan agar hasil asesmen mendapatkan data dengan tingkat akurasi baik. Tahapan yang harus dilakukan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan pengolahan serta analisis hasil.
1.      Persiapan
a.       Menentukan kelompok responden yang akan diukur, apakah peserta didik, orang tua, atau masyarakat umum.
b.      Mempersiapkan angket sesuai tujuan.
c.       Membuat satuan layanan asesmen.
2.      Pelaksanaan
a.       Memberikan verbal setting (menjelaskan tujuan, manfaat, dan kerahasiaan data).
b.      Membagikan angket.
c.       Menjelaskan kapan waktu pengisian angket, apakah saat itu juga atau dapat diisi di rumah.
d.      Mengumpulkan kembali angket setelah selesai diisi.
3.      Pengolahan dan analisis hasil
a.       Memeriksa kelengkapan hasil angket.
b.      Membuat tabulasi hasil dan melakukan analisis.


a.                    
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1.      Angket merupakan salah satu alat asesmen nontes berupa serangkaian pertanyaan atau pernyataan yang diajukan kepada responden (peserta didik, orang tua, atau masyarakat).
2.      Angket dapat dibedakan berdasarkan tiga jenis, yaitu: berdasarkan bentuk pertanyaan atau pernyataan, berdasarkan respondennya (sumber data), dan berdasarkan strukturnya.
3.      Kelebihan-kelebihan yang dimiliki angket, antara lain praktis, ekonomis, memudahkan tabulasi pada angket tertutup, dan mendapatkan jawaban yang luas pada angket terbuka.
4.      Kelemahan angket di antaranya responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak dijawab, sulit untuk mendapat jaminan bahwa responden akan memberikan jawaban yang tepat.

B. Saran
            Sebaiknya dalam pengunaan angket sang pembuat angket melakukan uji coba terlebih dahulu agar hasil yang di inginkan dapat maksimal. Terlebih lagi sang pembuat angket juga harus memperhatikan tempat dimana akan melakukan pengumpulan informasi dengan menggunakan angket, dan tidak kalah pentingnya, para responden juga harus diperhatikan, jangan sampai memilih responden yang terlihat main-main dalam pengisian angket yang telah dibuat.


DAFTAR PUSTAKA

Komalasari, Gantina, dkk. 2011. Asesmen Teknik Nontes dalam Perspektif BK        Komprehensif. Jakarta: PT Indeks.
Surtano, Nono. http://file.upi.edu/ Direktori/FPMIPA / JUR ._PEND ._ BIOLOGI           /194808181974121-NONO_SUTARNO/MODUL_5B.pdf/, diunduh 12            Maret 2015 pukul 14.20 WIB.
            diunduh 12 Maret 2015 pukul 14.30 WIB.



LAMPIRAN

ANGKET MINAT BELAJAR IPA

Petunjuk :
1.      Perhatikan dan cermati setiap pernyataan sebelum memilih jawaban.
2.      Gunakan kejujuranmu dan jangan terpengaruh oleh jawaban teman.
3.      Berilah tanda centang (Ö) pada salah satu kolom pilihan jawaban yang tersedia: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS).

NO.
Pernyataan
Pilihan Jawaban
SS
S
TS
STS
1.
Saya sudah belajar IPA pada malahari sebelum pelajaran esok hari.




2.
Saya sampai di sekolah sebelum 06.30




3.
Saya sudah mempersiapkan buku pelajaran IPA ketika guru memasuki kelas.




4.
IPA adalah pelajaran yang menarik.




5.
Saya cenderung pasif ketika diskusi kelompok.




6.
Saya suka bercanda ketika jam pelajaran berlangsung.




7.
Saya mengerjakan soal dengan cepat dan sering tidak teliti.




8.
Saya akan meminta guru untuk memperingatkan anak-anak yang membuat keributan di luar kelas saat pelajaran berlangsung.




9.
Saya tetap memperhatikan penjelasan guru meskipun saya duduk di bangku paling belakang.




10.
Saya tidak menghiraukan anak-anak yang beralalu-lalang di luar kelas.




11.
Saya belajar IPA ketika akan menghadapi ulangan.




12.
Saya tidak peduli pada kesukaran pelajaran IPA.




13.
Saya belajar IPA jika disuruh orang tua.




14.
Saya menggunakan alat-alat peraga yang bisa membantu saya belajar IPA dengan mudah.




15.
Saya senang bermain tebak-tebakan sifat cahaya bersama teman.




16.
Saya kebingungan ketika belajar IPA.




17.
Saya masih sibuk mencari buku pelajaran ketika guru mulai menyampaikan materi.




18.
IPA merupakan pelajaran yang sukar dipahami.




19.
Saya memperhatikan penjelasan guru tentang materi IPA.




20.
Saya suka menyapa anak-anak yang berlalu-lalang di luar kelas.




21.
Saya mengulangi pelajaran IPA setelah pulang dari sekolah.




22.
Saya tidak malu untuk bertanya kepada Guru apabila saya mengalami kesulitan memahami.




23.
Saya menyisihkan waktu 3 jam untuk mengerjakan latihan soal di rumah.




24.
Saya mengikuti bimbingan/les pelajaran dengan rutin.




25.
Saya senang menggunakan alat-alat peraga untuk bermain bukan untuk belajar.




Jumlah




Skor Total